wOow. . Inilah yg slalu ada di pikiran kita ???

Kamis, 23 Juni 2011
Sampai saat ini masih banyak
mysteri yang belum terungkap
dari pikiran kita. Para ahli
memang bisa menjelaskan
fenomena-fenomena aneh dari
pikirankita tapi masih belum
tahu dari mana asal semua
itu. Mungkin kalian pernah
mengalami beberapa
fenomena dibawah ini.
Déjà Vu
Déjà Vu adalah perasaan
ketika kita yakin pernah
mengalamiatau menyaksikan
suatu kejadian sebelumnya,
kamu merasa peristiwa itu
sudah pernah terjadi dan
berulang lagi. Hal ini diikuti
dengan perasaanfamiliar yg
kuat, takut dan merasa aneh.
Kadang “kejadian
sebelumnya” itu dikaitkan
dengam mimpi tapi kadang
juga timbul perasaan yang
mantap kalau kejadian
tersebut benar-benar terjadi
di masa lalu.
Déjà Vécu
Déjà Vécu (dibaca vay-koo)
adalah perasaan yg lebih kuat
dari Déjà Vu. Kalo Déjà Vu
kita merasa sudah pernah
melihat kejadian sebelumnya
tapi dalam Déjà Vécu kita
akan mengetahui peristiwa
tersebut jauh lebih detail
seperti mengingat bau dan
suara-suara pada kejadian
tersebut.
Déjà Visité
Déjà Visité adalah perasaan
yg tidak biasa dimana kita
merasa mengenal suatu
tempat padahal sebelumnya
kita tidak pernah mengunjugi
tempat tersebut. Kalo Déjà vu
berhubungan dengan peristiwa
sedangkan Déjà Visité
berkaitan dengan tempat atau
geografi. Nathaniel
Hawthorne dlm bukunya yg
berjudul “Our Old Home”
bercerita saat dia
mengunjungi reruntuhan
sebuah kastil tiba-tiba merasa
klo dia sudah sangat
mengenallayout dari kastil yg
baru pertama kali dia datangi
itu. Belakangan dia sadar kalo
bertahun-tahun sebelumnya
pernah membaca puisi
karangan Alexander Pope
yang menggambarkan dengan
detail kastil tersebut.
Déjà Senti
Déjà Senti adalah fenomena
“pernah merasakan” sesuatu.
Kejadiannya contohnya seperti
ini : “Kamu merasa pernah
mengatakan sesuatu, dipikiran
kamu mengatakan, “Oh iya
aku ngerti!” atau “Oh iya aku
ingat!” tapi 1 atau 2 menit
kemudian kamu akan sadar
kalau kamu sebenarnya tidak
pernah mengatakan apa-apa”.
Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah
melihat/mengalami) adalah
kebalikan dari déjà vu. Jadi
kamu tidak mengenal sebuah
situasi padahal kamu yakin
sekali kalau sebelumnya kamu
pernah ada disitu. Bingung?
Begini gampangnya: kamu
mendadak tidak mengenal
orang, kata-kata, atau tempat
yang sebelumnya kamu tahu.
Pada percobaan yg dilakukan
Chris Moulin pada 92 orang yg
disuruh menulis kata “pintu”
30 kali dalam waktu 60 detik
ternyata 68 orang mengalami
gejala Jamais Vu yaitu merasa
kalau “pintu” itu bahkan
bukan merupakan sebuah
kata. Ya Jamais Vu didiagnosis
karena “kelelahan otak”.
Presque Vu
Presque Vu adalah perasaan
yg kuat kalau kamu akan
mengalami epiphany. Epiphany
sangat jarang terjadi. Presque
Vu artinya “hampir melihat”
dan sensasinya bisa sangat
membingungkan dan aneh.
L’esprit de l’Escalier
L’esprit de l’Escalier (stairway
wit) adalah saat kita merasa
bisa melakukan sesuatu yg
lebih baik pada sebuah situasi
setelah peristiwa itu terjadi.
Contohnya begini: Kamu
seorang pemain sepak bola,
saat tendangan penalti kamu
menendang bola kesamping
kiri dan ternyata berhasil
diblok kiper. Tiba-tiba pikiran
kamu mengatakan, “Ahh aku
sebenernya tadi udah yakin
kalo nendang ke kanan pasti
gol!” Jadi L’esprit de l’Escalier
adalah rasa penyesalan tidak
melakukan tindakan yg
berlawanan dari suatu
peristiwa sebelumnya.
Capgras Delusion
Capgras Delusion adalah
fenomena dimana kita merasa
yakin kalau keluarga atau
teman dekat kita sebenernya
adalah orang lain yang
wujudnya sama persis. Seperti
cerita-cerita di film Alien
dimana tubuh manusia diambil
alih oleh makhluk luar
angkasa agar bisa hidup
berdampingan dengan
manusia biasa. Khayalan ini
biasa terjadi pada penderita
schizophrenia atau kelainan
mental lain.
Fregoli Delusion
Fregoli Delusion adalah
fenomena otak yang sangat
jarang terjadi. Orang yg
mengalami Fregoli Delusion
sangat percaya kalau
beberapa orang yang dia
kenal sebenarnya adalah satu
orang yang melakukan
berbagai penyamaran. Fregoli
berasal dari nama aktor Italia
“Leopoldo Fregoli” yang bisa
melakukan merubah
penampilan dengan cepat
dalam pertunjukannya.
Prosopagnosia
Prosopagnosia adalah
fenomena dimana sesorang
kehilangan kemampuan untuk
mengenal wajah orang atau
benda lain yang seharusnya
mereka kenal. Orang yang
mengalami ini biasanya
menggunakan indera lain
untuk mengingat orang
tersebut, seperti bau parfum,
gaya bicara atau cara berjalan
orang itu. Contoh yg paling
terkenal dari kasus ini
dipublikasikan oleh Michael
Nyman dalam bukunya yg
berjudul “The man who
mistook his wife for a hat”.